S2 : Kapal dan Lautan

1929 Words

Jika saja Soraya saat itu mengingat bagaimana kejadian dirinya bersama Raveno, mungkin dia tidak akan menyesalinya. Raveno adalah pemain yang handal, mengendalikan tubuhnya dengan begitu mudah dan mampu membuar Soraya merintih di bawahnya dengan bibir yang menahan desahan. Raveno menundukan wajahnya, meraup bibir Soraya supaya tidak menahan desahan. “Jangan ditahan, Kak,” ucapnya dengan suara yang rendah. Demi Tuhan, ini tengah hari dan mereka malah bergemul seperti ini. Saling bertukar keringat dan saliva, dengan Raveno yang mengendarainya di atas sana. Menatap tubuh indah Soraya yang dirawat dengan begitu baik. Kepalanya kembali menunduk mencium perut sang istri. “Hai anak Papa,” begitu ucapnya hingga membuat hati Soraya terasa hangat mendengarnya. “Akhhhh…..” Soraya kaget ketika he

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD