Bab 82

1353 Words

Retno menendang pelan kaki Ario di bawah meja makan, ketika melihat Raga datang dengan wajah semringah, tidak seperti biasanya. Semalam, Retno sempat mendengar sedikit keributan di luar kamar. Meskipun tidak lama, tetapi Retno yakin suara tersebut adalah milik Raga serta Lintang. Karena tidak ingin ikut campur, dan keributan tersebut juga tidak terlalu lama, maka Retno mengurungkan niat untuk keluar kamar. Membiarkan kedua orang itu menyelesaikan masalahnya sendiri. Ario menyematkan senyum miring. “Habis menang tender, Ga?” “Lebih dari tender,” Raga menarik kursi, tetapi belum mendudukinya. Ia melihat kursi yang biasa digunakan Rama masih kosong, begitu pula dengan milik Lintang. Kedua orang itu pasti masih sibuk di kamar membicarakan banyak hal, seperti biasa. Raga jadi bingung sendiri,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD