Bab 83

1540 Words

“Kenapa, harus ada guling di antara kita?” Raga memiringkan tubuh. Menyangga kepala dengan satu tangan, yang bertumpu pada bantal. Padahal, Raga sudah menyingkirkan guling tersebut, dengan melemparnya di sofa. Namun, saat Lintang keluar dari kamar mandi, gadis itu mengambilnya kembali dan meletakkan tepat di tengah-tengah mereka. “Nggak usah pura-pura nggak tahu.” Lintang menyatukan kedua tangan di atas perut, dan menatap langit-langit kamar dengan banyak pikiran. Berusaha untuk tidak tertidur lebih dulu, agar ia bisa berpindah tempat. Rencana yang ada di kepala ialah, Lintang akan pindah ke sofa, atau pergi ke kamar Rama. Raga menghela panjang, lalu berbaring seperti Lintang. Menumpuk kedua tangan di atas perut, dan berdiam diri. Bila seperti ini terus, maka hubungan mereka tidak akan a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD