Bab 73

1275 Words

Lintang menghempas sisir yang baru digunakankan, ke meja rias. Hatinya masih saja merasa tidak karuan, setelah makan malam bersama Raga malam tadi. Ada rasa kesal, tetapi, tidak sedikit pula hal manis yang dilakukan pria itu pada Lintang. Karena itulah, pagi ini perasaan Lintang semakin tidak karuan saja. Itu baru satu hari. Lantas, bagaimana dengan 29 hari ke depan? Lintang harus benar-benar memasang benteng setinggi mungkin, agar tidak termakan dengan semua sikap manis Raga. Karena ia masih yakin, Raga melakukan semua itu hanya karena Rama, bukan karena sungguh-sungguh menyukai Lintang. Tok tok! Suara ketukan yang terdengar tidak sabar itu, pastilah ulah Rama. Setelah mandi pagi, bocah itu pasti akan lebih dulu menemui Lintang, dan berbicara banyak hal. “Pagi, Ma,” sapa Rama langs

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD