Bab 57

1935 Words

Ia mengangkat salah satu bayi ke pangkuannya. “Rasanya baru kemarin mereka lahir.” Zahra menatap mereka dengan mata lembut. Memori itu masih jelas di kepalanya. Rumah sakit. Tangisan pertama. Arvin yang berdiri tegang seperti orang yang baru saja menghadapi persidangan hidupnya. Sekarang… Kedua bayi itu sudah hampir berusia satu tahun. Dan rumah mereka berubah menjadi tempat yang selalu penuh suara. Tangisan. Tawa. Langkah kaki kecil yang merangkak di lantai. “Mas Arvin,” kata Zahra pelan. “Hm?” “Kamu ingat malam pertama kita bawa mereka pulang?” Arvin tertawa pendek. “Yang mereka bangun setiap dua jam?” Zahra mengangguk. “Kamu kelihatan panik waktu itu.” Arvin mengangkat alis. “Saya tidak panik.” “Kamu berdiri di depan boks bayi lima menit cuma buat memastikan mereka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD