Bab 63

1938 Words

Selepas makan malam, Arvin memutuskan.memberitahu Zahra. Walaupun sebelumnya dia enggan, karena takut istrinya akan kepikiran, namun, Arvin berpikir akan lebih tidak enak lagi kalau Zahra tahu kemudian dari orang lain. Zahra akan menilai dia tidak terbuka dan merasa dirinya tidak layak dipercaya. Ini akan menimbulkan percik api dalam kepercayaan yang sudah terbangun. “Za, kita perlu bicara sedikit.” ujar Arvin kemudian, tenang. Nada suaranya tidak keras. Namun cukup membuat Zahra berhenti tersenyum. “Ada apa, Mas?” Arvin menghela napas pelan. Ia tidak ingin membuat Zahra takut. Namun ia juga tidak ingin menyembunyikan semuanya. “Kemarin malam,” katanya perlahan, “ada seseorang yang mencoba mendekati rumah kita.” Zahra langsung menegang. “Apa?” Arvin cepat menambahkan, “Nggak t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD