Malik terperanjat kaget mendengar suara Azuraa yang memanggilnya, dia menoleh dan melihat wanita itu berdiri tak jauh dari tempatnya bersembunyi. “A-Azuraa ….” Tak mau Azuraa melihatnya lebih jelas, Malik bergegas pergi menyeret kakinya yang pincang. “Mas, tunggu!” panggil Azuraa lagi. Malik merasa sesak dengan nafas tercekat, melihat Azuraa masih saja mengejarnya. “Pergi, jangan lihat aku, Zuraa!” teriaknya sambil menangis getir. Azuraa sendiri menangis sedih, hatinya sakit dan tak menyangka jika keadaan Malik menjadi sangat menyedihkan. “Mas!” “Pergi! Aku tidak pantas kau lihat lagi, Zuraa!” teriak Malik sambil mengibaskan tangannya menghalau kedatangan Azuraa ke arahnya Tapi wanita itu masih saja mengikutinya, Malik melihat juga Emran yang mengejar Azuraa di belakangnya. Itu

