Veena mendelik tajam pada Hani yang baru saja datang, dia melangkah menginjak laptop yang hancur di lantai. “Kau, sebaiknya kau memiliki kabar bagus untukku, Hani!” katanya. Hani tergagap. “Iy-iya, tapi Kak Veena tenang dulu, ya. Kita keluar saja dari sini, biar ruangannya dibersihkan!” katanya membujuk. Veena mendengus, tapi akhirnya dia menurut ketika Hani membawakan tasnya lalu menariknya keluar dari ruangan yang bak kapal pecah itu. Hani mengajak Veena ke sebuah bar untuk menenangkannya, wanita itu minum dengan penuh rasa kesal dan frustasi sampai akhirnya mulai mabuk. “Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Hani ketika dilihatnya Veena sudah lebih tenang. Veena menghela nafas dalam-dalam sambil menggoyangkan gelas tingginya yang berisi minuman, wajahnya memerah dan matanya mulai ti

