Di satu sudut kota, di sebuah gang gelap dan sepi, seorang laki-laki kumal duduk memeluk lutut. Tubuhnya tampak menggigil dengan erangan tertahan keluar dari mulutnya yang kering. Beberapa orang yang lewat di sana, tampak cuek saja bahkan salah satunya menendang kaki laki-laki itu dengan iseng. “Apaan, sih!” tegur salah satu temannya seraya tertawa melirik ke arah laki-laki kumal itu yang mengerang memegangi kakinya yang kena tendang dengan gemetar. “Aih! Biasanya, orang yang hidupnya berakhir begini, adalah pendosa yang tadinya hobi menghambur-hamburkan uang!” sahut temannya seraya berlalu begitu saja. Teman-temannya hanya menggeleng seraya tertawa di belakangnya. Sepeninggal orang-orang itu, lelaki itu beranjak bangun dengan dengan susah payah. Jelas dia kesakitan dan mengerang memeg

