Suami Siaga.

1106 Words

Setelah mengalami kontraksi palsu kemarin malam, Emran menjadi lebih berhati-hati lagi bahkan ketika hendak mencium Azuraa di kening saja. Itu membuat Azuraa geli sendiri dengan tingkah suaminya itu. “Sayang, titik sensitif yang bisa memancing kram itu bukan di kening! Kecuali misalnya, kalau kau memegang put–” “Stop!” potong Rani cepat, menatap datar pada Emran dan Azuraa yang berbicara blak-blakan mengenai hal vulgar macam itu ketika mereka sedang sarapan. “Ada yang masih polos di sini, helo!” ujarnya melirik ke arah Lia yang sedang menyuapi Zayyan, gadis itu pun diam dengan wajah merah padam. Emran dan Azuraa sejenak saling pandang, lalu tertawa satu sama lain menyadari kelakuan mereka. “Maaf, Lia. Anggap saja kau sedang mendengarkan penyuluhan pra-nikah!” kekeh Azuraa yang membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD