Mata Sari membulat mendengar itu, dia menoleh pada Ningrum sebentar kemudian tersenyum lagi pada Azuraa. “Kau sudah punya anak rupanya?” ucapnya meski sedikit bingung. “Ya, anakku.” Emran menimpali, dia merangkul bahu Azuraa dengan mesra, “sekarang Azuraa tengah hamil anak kedua kami,” tambahnya. Sari dan Ningrum sontak saja bingung mendengarnya, tapi kemudian Sari tersenyum seraya mengangguk paham. “Ya-ya, aku mengerti!” ucapnya kemudian menoleh pada Ningrum dengan penuh arti. “Maka, ini akan menjadi pertemuan terakhir kita, Azuraa. Aku dan Ibu akan pergi sepenuhnya dan tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi!” tuturnya, dan ditambah dengan anggukan kepala dari Ningrum membenarkan ucapannya. “Ya, kami tidak ingin kau memaksakan diri, kami mengerti. Dengan diterimanya kami di sini

