“Azuraa." Ningrum berucap lirih memanggil nama Azuraa, suaranya tercekat serta matanya sudah berkaca-kaca sejak tadi. Teringat akan dosa dan perlakuan buruk yang pernah dia lakukan terhadap mantan menantu pertamanya itu. Sari pun demikian, rasa malu dan gentar menghadapi Azuraa memenuhi dadanya. Berat lidahnya bahkan untuk sekedar berucap menyapa, dan hanya bisa tersenyum canggung. Dia memegangi Ningrum yang berdiri agak limbung dengan tongkat kruk di tangannya, jelas terlihat wanita setengah baya itu begitu bertahan sekuat tenaga untuk bisa berdiri tegak. Azuraa sama canggungnya, selain terkejut dan juga tak percaya karena bertemu lagi dengan kedua wanita yang dulu menjadi penderitaan pertamanya ketika bersama Malik. Tapi pandangannya lalu tertuju pada Ningrum yang memakai tongkat dan

