Pagi akhirnya tiba, orang-orang yang bertemu di tengah malam buta tadi saling termangu di kamar masing-masing, seolah bingung bagaimana harus bersikap ketika bertemu muka satu sama lain di pagi ini. Sementara itu di kamarnya, Ningrum bangun lebih awal. Kondisinya sudah mulai membaik, dia bisa bangun dan berjalan meski dengan menggunakan tongkat. Selamat tinggal di sini, dia hanya bertemu dengan Aditya tapi tak sekalipun bertemu muka dengan perempuan yang waktu itu juga menolongnya, yang mana Aditya mengakuinya sebagai istri. “Ke mana mereka? Tumben sekali masih sepi!” gumamnya ketika keluar dari kamar. Biasanya ada pelayan yang bertugas memasak makanan, dan setiap waktu makan tiba semuanya sudah siap di meja makan. Ningrum langsung ke sana seperti biasa. Ketika itu, Hani juga bangun. D

