Beberapa saat kemudian keheningan melanda ruang makan itu, orang-orang yang duduk mengelilingi meja makan sama-sama diam membisu, membiarkan makanan mereka dingin tanpa tersentuh sedikitpun. Seolah mereka semua sudah kenyang mengingat semua yang telah terjadi diantara mereka. “Ini seperti benang kusut dan aku hanya mencoba menguraikannya!” kata Aditya melirik pada Sari, perempuan itu juga masih diam enggan untuk berkomentar. Ningrum mengerjap, tanpa sadar sebutir air mata jatuh dari kelopak matanya. “Oleh karena itu aku memutuskan untuk pergi dari rumah itu, aku sudah tidak tahan melihat semuanya sampai akhirnya Aditya menemukanku terjatuh dari kursi roda,” tutur Ningrum. “Aku sudah menduga jika dia adalah selingkuhanmu,” katanya menoleh pada Hani, menantu ketiganya itu langsung tertun

