“Aduh! Kenapa jadi begini?!” hembus Azuraa kebingungan, dilihatnya Rani yang masuk ke rumah sambil bersungut-sungut memarahi Emran. “Mama … Papa … mana?” Azuraa tersenyum gemas mendengar Zayyan menanyakan Emran dengan lucu, lalu dia juga terharu karena anak itu sudah tahu jika Emran adalah ayahnya. “Papa lagi jajan dulu, nanti bantu Mama menghabiskannya, oke?” kata Azuraa lalu menggosokkan hidungnya di pipi Zayyan, anak itu tertawa geli karenanya. Azura kemudian membawa Zayyan masuk ke rumah, dia tidak menyadari jika dari balik pagar ada seseorang yang tengah mengawasi dan membidikkan kamera mengambil foto mereka berdua. “Sebenarnya ada apa? Kenapa kalian bertengkar seperti itu?” tanya Rani. Azura terkekeh pelan, “Sebenarnya kami tidak bertengkar,” ujarnya “Lalu?” tukas Rani menger

