Julian 76

1939 Words

Julian menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang markas yang luas. Bangunan besar berdiri tegak, dikelilingi pagar tinggi, kamera pengawas, dan beberapa anak buah yang berjaga di setiap sudut. Matanya tetap waspada, menatap Ryujin di kursi samping, kemudian Jasmine yang masih tertidur dengan tenang. “Tidak ada jalan pulang ke rumah,” Julian bergumam pelan. “Anak buah Yokinawa sudah memblokir semua jalur. Kita harus masuk ke markas dulu.” Ryujin menatap bangunan besar itu, matanya melebar. “Ini… pertama kali aku ke markasmu, Julian. Besar sekali…” Julian menunduk sebentar, menatap Ryujin. “Ini tempat aman kita. Aku sudah menyiapkan segalanya untuk keadaan darurat.” Ia membuka pintu, menggendong Jasmine dengan hati-hati. “Ayo, nak. Kita masuk.” Ryujin mengikuti dari belakang, matanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD