Pintu kamar terbuka, dan Julian melangkah masuk. Matanya langsung menatap Ryujin yang duduk di kursi panjang, menggendong Jasmine dengan lembut. Sebuah senyum tipis muncul di wajahnya, campuran lega dan hangat. “Julian…” suara Ryujin lembut, menatap suaminya. Julian mendekat, menunduk sedikit, lalu mengulurkan tangannya. Dengan hati-hati, ia mengambil alih Jasmine dari gendongan Ryujin. Bayi itu bergerak sedikit, menatap Julian dengan mata kecilnya, sementara Julian memegangnya dengan lembut. “Lihat siapa yang ada di sini,” bisik Julian pelan, menempelkan pipinya ke pipi mungil Jasmine dan mencium lembut. Bayi itu mengeluarkan suara kecil yang lucu, membuat Ryujin tertawa pelan. “Dia… gemas sekali,” kata Ryujin sambil tersenyum, matanya memancarkan kebahagiaan dan kehangatan yang jaran

