Julian 88

2347 Words

Pintu utama rumah terbuka menjelang sore. Langkah kaki Julian terdengar lebih berat dari biasanya, bukan karena lelah, melainkan karena sesuatu yang ia seret masuk dengan susah payah. Daun pintu belum tertutup sempurna ketika sebuah benda besar berwarna krem sudah lebih dulu muncul di ambang pintu. Ryujin yang sedang duduk di sofa ruang tengah, memangku Jasmine yang sudah berusia empat bulan, spontan menoleh. Dan detik berikutnya… ia terdiam. Matanya membesar. Lalu bibirnya bergetar menahan tawa. Julian muncul sepenuhnya dengan sebuah boneka raksasa berbentuk beruang, ukurannya nyaris menutupi setengah tubuhnya. Kedua tangannya memeluk boneka itu dari belakang, membuat kepalanya sedikit miring karena berat. Ryujin menutup mulutnya. Jasmine yang berada di pangkuannya ikut bergerak,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD