Julian 166

965 Words

Pagi itu Luna datang lagi ke rumah Ryujin dengan wajah cerah dan langkah yang lebih ringan dari biasanbya. Ia membawa tas besar di bahunya, lalu langsung menjatuhkannya di sofa ruang tengah seolah rumah itu memang rumahnya sendiri. “Ry, ikut aku ke salon, yuk,” kata Luna tanpa basa-basi, sambil menoleh ke arah Ryujin yang sedang duduk di lantai menemani Jasmine bermain balok. “Kita butuh waktu berdua. Atau bertiga, kalau kamu mau bawa si kecil.” Ryujin mengangkat kepala, menatap Luna sebentar, lalu menoleh ke Jasmine yang sedang sibuk memukul-mukul balok kayu ke lantai. “Aku sih mau saja,” jawabnya pelan. “Tapi Jasmine… dia nggak terlalu suka salon.” Luna mengerutkan kening, lalu jongkok di depan Jasmine. Ia tersenyum lebar, melambaikan tangan kecilnya di depan wajah bayi itu. “Kamu ngg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD