Julian 165

759 Words

Ryujin yang sedang duduk di ruang tengah langsung tersenyum begitu mendengar bel pintu berbunyi dan melihat siapa yang berdiri di balik pintu. Begitu pintu dibuka, Luna sudah berdiri di sana dengan senyum lebarnya, membawa tas kecil di tangannya. “Kamu akhirnya datang juga,” kata Ryujin sambil mempersilakan sahabatnya itu masuk. Luna tertawa kecil. “Jangan lihat aku begitu. Empat bulan menikah itu rasanya kayak baru kemarin, tahu. Banyak urusan.” Ryujin melipat tangan di depan d**a, pura-pura cemberut. “Tapi tetap saja, kamu tidak pernah mampir. Aku ini masih di sini.” Luna langsung mendekat dan memeluk Ryujin singkat. “Aku kangen, sebenarnya. Cuma ya… kamu tahu sendiri.” Ryujin menghela napas kecil, lalu tersenyum. “Masuk dulu.” Luna duduk di sofa, menatap sekeliling rumah yang masi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD