Julian kembali ke hotel bersama Ryujin setelah makan malam panjang yang penuh senyuman malu-malu dan tatapan intens juga tentunya s*x luar biasa di mobil tadi. Mereka berjalan pelan menyusuri lorong, lalu naik lift menuju lantai tempat kamar mereka berada. Ryujin berjalan sedikit di depan, seakan mencoba menjaga jarak aman, sementara Julian hanya memasukkan satu tangan ke saku celananya, mengamati punggung gadis itu dengan tatapan yang penuh niat tersembunyi. Setibanya di depan kamar, Ryujin masuk lebih dulu, sedangkan Julian berdiri di balkon luar kamar sebentar. Ia menyalakan cerutu, menatap langit malam Italia yang dipenuhi bintang. Angin sejuk mengibaskan rambutnya, membuatnya terlihat seperti seseorang yang memikirkan banyak hal. Namun bukan kesedihan atau dilema moral yang memenuhi

