Julian 28

2745 Words

Julian memilih restoran kecil di sisi kanal yang diterangi lampu kuning lembut. Tempat itu bukan restoran mewah seperti yang biasa ia datangi, tetapi suasananya lebih intim, lebih hangat, dan entah bagaimana terasa sempurna untuk malam yang ia siapkan bagi Ryujin. Para pelayan berkeliling membawa lilin, mengatur meja satu per satu, seakan seluruh ruangan benar-benar ingin memastikan bahwa malam itu menjadi milik mereka berdua. Ryujin duduk di seberangnya dengan gaun sederhana yang dibelinya sore tadi. Warna pastel itu menenangkan mata dan membuat wajahnya memerah pelan setiap kali Julian menatapnya terlalu lama. Julian memegang tangan Ryujin, ibu jarinya bergerak perlahan mengusap punggung tangan gadis itu, seakan ia sengaja ingin mempermainkan detak jantungnya. “Kamu cantik sekali malam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD