Pintu rumah tertutup pelan di belakang mereka. Lampu-lampu otomatis menyala redup, menyambut langkah kaki Julian dan Ryujin yang ymasuk tanpa suara, seolah tak ingin mengganggu ketenangan malam. Ryujin melepas sepatu lebih dulu, menaruhnya rapi. “Rumah sepi banget,” gumamnya pelan. Julian menutup pintu, mengunci, lalu mendekat. “Karena ada satu malaikat kecil yang sudah tidur.” Ryujin tersenyum tipis. Mereka berjalan ke lantai atas. Langkah Ryujin otomatis melambat ketika melewati pintu kamar Jasmine. Ia berhenti, menoleh ke arah Julian. “Sebentar.” Julian mengangguk tanpa protes. “Aku tahu.” Ryujin membuka pintu kamar Jasmine perlahan. Lampu tidur kecil berbentuk bulan menyala lembut. Jasmine terlelap di ranjang kecilnya, tubuh mungilnya terbungkus selimut tipis, napasnya teratu

