Julian 228

710 Words

Malam semakin larut, tapi suasana rumah itu justru terasa semakin hangat. Lampu-lampu redup menciptakan bayangan lembut di dinding, sementara suara tawa kecil masih sesekali terdengar dari ruang keluarga. Aroma cookies yang tadi dipanggang masih tersisa tipis, bercampur dengan kehangatan kebersamaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Di karpet— Jasmine masih duduk dekat bayi kecil itu. Tangannya kecilnya masih sesekali menyentuh tangan mungil bayi itu, seolah belum puas bermain. “Baby…” Ia memanggil lagi. Bayi itu mengeluarkan suara kecil. Jasmine langsung tertawa. Luna yang melihat itu menggeleng pelan sambil tersenyum. “Dia benar-benar suka Jasmine.” Ryujin di sofa mengangguk. “Iya… dari tadi tidak berhenti.” Ia mengusap perutnya perlahan. Gerakan kecil terasa dari

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD