Sore bergeser perlahan menuju malam. Cahaya jingga dari luar jendela memudar, digantikan lampu-lampu hangat yang membuat ruang keluarga terasa semakin nyaman. Aroma cookies yang tadi dipanggang masih samar tercium, bercampur dengan suara tawa kecil yang sesekali terdengar. Di tengah ruang keluarga— sebuah pemandangan sederhana tapi begitu hidup. Jasmine duduk di karpet. Di depannya— seorang bayi kecil berusia enam bulan. Putra Luna dan Geo. Tubuh kecil itu terbaring di atas alas lembut, tangan mungilnya bergerak-gerak, matanya bulat menatap sekitar dengan penuh rasa ingin tahu. Jasmine menunduk sedikit. Menatapnya dengan serius. “Baby…” Bayi itu mengeluarkan suara kecil. “Ba…” Jasmine langsung tertawa. “Dia ngomong!” Luna yang duduk di sofa memperhatikan sambil tertawa kecil

