Julian 217

806 Words

Malam itu datang dengan suasana yang berbeda dari biasanya. Tidak ada ketegangan, tidak ada panggilan mendesak, tidak ada bayangan bahaya yang menyusup seperti sebelumnya. Rumah itu terasa… hangat. Tenang. Seolah dunia di luar sana berhenti sejenak hanya untuk memberi ruang bagi keluarga kecil itu bernapas. Ryujin duduk di sofa ruang keluarga dengan posisi nyaman, satu tangan mengusap perutnya yanng kini sudah sangat besar. Jasmine tertidur di kamar setelah seharian bermain tanpa henti, membuat rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Namun kesunyian itu tidak membuat Ryujin merasa kesepian. Ia hanya merasa… bosan sedikit. Ia menatap ke arah dapur. Lalu ke arah tangga. Lalu kembali menghela napas. “Julian ke mana sih…” Ia bergumam pelan. Sejak sore tadi, Julian tidak terlihat di d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD