Julian 16

1188 Words

Julian mengajak Ryujin ke Calupoh, dan reaksi gadis itu langsung membuat suasana perjalanan terasa ringan. Begitu mobil melewati jalanan yang mulai dipenuhi pepohonan kakao, Ryujin mencondongkan tubuhnya ke jendela. “Indah sekali,” ujar Ryujin sambil menempelkan telapak tangannya pada kaca. “Kamu serius ngajak aku ke sini? Ini tempat yang dari dulu pengin aku datangi, Julian.” Julian meliriknya sambil tersenyum tipis. “Kalau aku ngajak kamu, berarti aku serius.” Ryujin mencibir kecil. “Kadang kamu ngomongnya kayak mau bercanda, tapi kedengarannya serius juga.” “Aku memang serius soal kamu,” balas Julian dengan nada santai, seolah kalimat itu tidak membuat jantung Ryujin berdebar. Gadis itu langsung menunduk, pura-pura sibuk melihat pemandangan. Julian tertawa kecil melihat pipi Ryujin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD