Julian 111

780 Words

Setelah pagi yang penuh emosi itu, suasana rumah perlahan berubah. Tidak langsung menjadi ceria, tapi terasa lebih ringan. Julian tidak lagi terlihat terburu-buru. Ia benar-benar menepati ucapannya hari itu. Setelah sarapan selesai, Julian membantu Ryujin membereskan meja. Ia mengambil piring dari tangan istrinya tanpa diminta, lalu menoleh pada Jasmine yang duduk di baby chair sambil memainkan mainannya sendiri. “Setelah ini,” ucap Julian pelan namun jelas, “kita keluar.” Ryujin menatapnya, sedikit ragu. “Keluar ke mana?” Julian tersenyum kecil. “Mall. Kita jalan-jalan. Kamu, aku, dan Jasmine.” Ryujin mengernyit. “Kamu tidak ada kerjaan?” “Hari ini tidak,” jawab Julian cepat. “Aku sudah kosongkan semuanya. Hari ini milik kalian.” Ryujin terdiam beberapa detik. Ada perasaan hangat y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD