Julian 110

852 Words

Pagi itu Julian terbangun jauh sebelum matahari benar-benar naik. Jam di meja samping tempat tidur baru menunjukkan pukul lima kurang. Udara kamar masih dingin, dan suara napas Ryujin terdengar teratur di sampingnya. Ia menoleh pelan, menatap wajah istrinya yang masih terlelap, garis-garis lelah samar terlihat di wajah itu meski Ryujin sedang tidur. Rasa bersalah kembali menekan dadanya. Julian bangun sangat hati-hati, berusaha tidak menimbulkan suara sedikit pun. Selimut ditarik perlahan, langkah kakinya dipelankan, dan pintu kamar dibuka nyaris tanpa bunyi. Begitu berada di luar kamar, Julian berdiri beberapa detik, menghela napas panjang, seolah menenangkan dirinya sendiri. Hari ini dia harus melakukan sesuatu. Tidak bisa lagi membiarkan Ryujin diam dan menjauh seperti semalam. Julia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD