Julian 103

1904 Words

Ryujin menatap Luna yang duduk terisak di sofa ruang tamunya. Rambut Luna berantakan, matanya sembab, napasnya tersengal karena terlalu banyak menangis. Wanita itu bahkan tidak sempat melepas sepatunya dengan rapi. Tasnya tergeletak di lantai, seolah ia datang tanpa berpikir apa pun selain satu hal—sakit hati. “Luna…” suara Ryujin rendah tapi tegas. “Coba tarik napas dulu. Duduk yang benar. Ceritakan pelan-pelan. Jangan cuma menangis.” Luna menggeleng keras, tangisnya justru semakin pecah. “Ryujin… aku bodoh… aku benar-benar bodoh…” Ryujin langsung berdiri, mengambil segelas air dan menyodorkannya ke tangan Luna. “Minum dulu. Jangan bikin aku panik begini. Jasmine lagi tidur, Julian juga di atas. Aku perlu tahu apa yang terjadi.” Luna menerima gelas itu dengan tangan gemetar, meneguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD