Julian 104

963 Words

Pagi itu udara terasa lebih dingin dari biasanya, meskipun matahari sudah naik cukup tinggi. Luna duduk di ruang tamu rumah Julian dengan kedua tangan saling menggenggam erat di pangkuannya. Matanya kosong, sesekali menatap pintu depan, lalu kembali menunduk. Ryujin duduk tak jauh darinya, memangku Jasmine yang sedang mengisap dot dengan tenang. Julian berdiri di dekat jendela, menunggu dengan sikap tenang tapi waspada. Bunyi bel pintu terdengar. Luna tersentak. Jantungnya langsung berdegup kencang, seolah ingin keluar dari dadanya. Tangannya berkeringat. Ia tahu, orang di balik pintu itu adalah Geo. Julian melirik Luna. “Dia datang.” Luna menelan ludah. “Aku… aku tidak tahu apakah aku siap.” Ryujin menatapnya lembut. “Kau tidak harus siap. Kau hanya harus jujur dengan perasaanmu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD