Julian 108

716 Words

Pagi itu seharusnya berjalan biasa saja. Tidak ada tanda-tanda akan berubah menjadi hari yang penuh emosi. Matahari sudah naik sejak tadi, cahayanya masuk lewat celah tirai kamar, menyentuh lantai dan sebagian ranjang. Jasmine masih terlelap di boks kecilnya, napasnya teratur, wajahnya damai tanpa tahu apa pun tentang dunia orang dewasa yang rumit. Ryujin duduk di tepi ranjang dengan rambut masih tergerai, matanya menatap lurus ke depan. Ada perasaan tidak nyaman yang sejak subuh sudah menempel di dadanya. Ia sebenarnya sudah bersiap sejak pagi. Ia memandikan Jasmine lebih awal, memilihkan pakaian yang rapi, bahkan sempat berdiri lama di depan lemari memikirkan baju apa yang akan ia kenakan kalau benar mereka pergi ke mall seperti yang Julian janjikan semalam. Julian berdiri di dekat lem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD