Julian 101

2042 Words

Mobil Julian melaju pelan di jalan yang masih sepi menjelang senja. Udara laut yang mereka bawa dari pantai terasa segar, namun Jasmine yang mulai mengantuk semakin sering merengek, membuat Ryujin cemas. “Julian… sepertinya kita harus berhenti sebentar. Jasmine mulai rewel lagi,” bisik Ryujin, menatap suaminya dengan mata lembut tapi tegas. Julian mengangguk, menyalakan lampu sein. “Baiklah… ada restoran dekat sini yang sejuk. Kita bisa makan dulu sebelum pulang.” Ryujin tersenyum lega, menepuk punggung Jasmine dengan lembut, “Terima kasih… aku rasa dia butuh makan sedikit juga sebelum tidur.” Mereka memasuki restoran kecil namun nyaman di pinggir jalan. Restoran itu dipenuhi cahaya hangat, aroma masakan laut yang segar, dan suasana yang tenang, cocok untuk keluarga dengan bayi. Julian

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD