Julian 118

812 Words

Malam semakin larut, tapi ketenangan dik rumah Julian dan Ryujin tidak sepenuhnya milik mereka. Di kejauhan, dari balik pagar tinggi dan rimbunnya pepohonan yang sengaja ditanam sebagai pembatas, sepasang mata menatap ke arah halaman belakang rumah itu tanpa berkedip. Sorot matanya tajam, dingin, dan penuh perhitungan. Bibirnya tertarik ke atas, bukan senyum bahagia, melainkan seringai tipis yang menyimpan rasa dengki yanyg sudah lama mengendap. Siwon Kim. Ia berdiri di balik bayangan mobil hitam yang diparkir sedikit menjauh, mengenakan jaket gelap dan topi rendah yang menutupi sebagian wajahnya. Tangannya masuk ke saku jaket, jari-jarinya mengepal perlahan. Dari jarak itu, ia bisa melihat dengan jelas siluet dua orang yang duduk berdampingan di halaman belakang rumah. Cahaya lampu tam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD