Julian 23

2237 Words

Julian menatap Ryujin yang tertidur pulas di ranjang hotel, wajahnya tenang dan damai, seakan dunia luar tidak ada artinya baginya. Ia menunduk sejenak, menyentuh lembut rambut hitam panjangnya, dan berbisik pelan, “Ryujin, aku akan kembali segera. Jangan khawatir.” Tanpa membangunkannya, Julian berbalik dan menyiapkan diri untuk keluar malam itu. Malam Italia menyambutnya dengan dingin yang tajam, lampu-lampu kota berkelip lembut, dan suara jalanan yang ramai. Julian berjalan keluar dari hotel dengan langkah mantap, mengenakan jas hitam rapi, setiap gerakan menunjukkan kewibawaan dan kepercayaan diri seorang lelaki yang sudah terbiasa mengendalikan hidupnya sendiri. Tujuan Julian malam ini berbeda dari biasanya. Sebuah klub malam mewah menjadi titik awal rencananya. Di dalamnya, lampu st

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD