Julian 24

2654 Words

Julian melangkah masuk ke restoran Italia mewah itu dengan langkah tenang dan penuh wibawa, aroma saus tomat, roti hangat, dan anggur merah langsung memenuhi ruangan. Restoran itu sudah disterilkan sejak pagi—bukan untuk keamanan para tamu, tetapi untuk keamanan Julian sendiri. Tidak ada yang diizinkan masuk tanpa pemeriksaan, bahkan pelayan sekalipun dipilih secara khusus. Ryujin berjalan satu langkah di belakang Julian. Dress selutut berwarna lembut yang ia kenakan melambai pelan setiap kali ia bergerak. Rambutnya yang dibiarkan tergerai membuatnya terlihat dewasa dan sangat elegan. Tatapan beberapa pelayan tertuju pada Ryujin, namun hilang begitu mereka melihat tatapan dingin Julian yang mengawasi mereka satu per satu. Julian tak pernah bisa menahan diri setiap kali melihat Ryujin tam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD