Julian 11

1588 Words

Julian berdiri sangat dekat dengan Ryujin. Begitu dekat hingga Ryujin bisa mendengar napas lelaki itu yang teratur namun berat. Mata Julian yang tajam menatap lurus ke dalam matanya tanpa sedikit pun berkedip, seolah sedang membaca isi hatinya. “Ryujin,” suara Julian rendah, dalam, dan stabil, “aku ingin kamu mendengarkan aku baik-baik.” Ryujin menelan ludah, tidak mampu mengalihkan tatapannya. “Apa… apa yang ingin kamu katakan?” Julian mengangkat kedua tangannya perlahan lalu meletakkan di kedua bahu Ryujin, menggenggamnya mantap. “Aku menyukaimu.” Ryujin membeku seketika. “A-Apa…?” Julian tidak mengulang. Tidak ada jeda, tidak ada keraguan. Ia hanya menatap Ryujin dalam-dalam, seolah kata itu bukan hal kecil baginya. Ryujin memelototkan mata dan mendorong d**a Julian sedikit, pan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD