Ryujin berjalan pelan di antara rak-rak pusat perbelanjaan, menenteng keranjang kecil berisi beberapa kebutuhan sederhana: s**u almond, roti gandum, dan beberapa masker wajah yang biasa ia pakai sebelum tidur. Wajahnya masih tampak sedikit pucat setelah kejadian mabuk beberapa hari lalu, namun ia mencoba menata hidupnya kembali. “Aku harus berhenti memikirkan orang itu,” gumam Ryujin pelan sambil mengambil pasta gigi baru. Namun ia justru teringat ulang bagaimana Julian menggendongnya, bagaimana lelaki itu menatapnya ketika ia bangun pagi itu. Pipinya memanas tanpa kendali. “Kenapa aku jadi begini…” gumamnya lagi. Tiba-tiba seseorang menabraknya cukup keras. “Aw!” pekik Ryujin sambil memegang lengannya. “Aduh, maaf…” Seorang wanita berambut pirang pendek dengan senyum ramah menunduk.

