Julian 168

2874 Words

Arman menghentikan mobilnya di seberang minimarket itu, mematikan mesin, lalu duduk diam beberapa detik. Dari balik kaca, ia bisa melihat Ryujin mendorong troli kecil, berhenti di rak kebutuhan rumah tangga, lalu menunduk memeriksa daftar belanja di ponselnya. Jasmine tidak ikuvt—troli itu kosong di bagian depan. Sepertinya Ryujin memang keluar sebentar saja, menitipkan anaknya di rumah. Arman menarik napas, menahan kebiasaan lamanya untuk terburu-buru. Ia menyadari satu hal penting: apa pun yang ia lakukan, ia tidak boleh melampaui batas. Rumah Julian sudah jelas bukan wilayah abu-abu. Dan Ryujin… bukan orang yang bisa diperlakukan sebagai target iseng. Namun rasa ingin tahu—dan mungkin sedikit ego—tetap membuatnya melangkah turun dari mobil. Ia menutup pintu dengan tenang, merapikan j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD