Julian 141

3417 Words

Pagi itu, udara di sekitar apartemen terasa segar. Cahaya matahari masuk perlahan melalui jendela besar ruang tengah, menyoroti lantai kayu yang hangat dan perabotan rapi. Farah, yang sudah beberapa hari pulih dari kondisinya, terlihat lebih kuat. Dengan bantuan tongkat kecil yang menopang langkahnya, dia mulai berjalan perlahan di sekitar taman apartemen. Daun-daun pohon bergoyang pelan diterpa angin pagi, suara burung terdengar samar dari kejauhan, dan aroma bunga dari pot-pot kecil menambah kenyamanan suasana. Julian, yang berdiri beberapa langkah di belakang, memperhatikan setiap gerakan ibunya dengan cermat. Dia tetap siap membantu, siap kapan saja jika Farah kehilangan keseimbangan, namun tampak puas melihat ibunya mulai bisa berjalan sendiri. Ryujin berada di sisi lain, sambil mend

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD