Julian 140

2615 Words

Farah masuk ke apartemen dengan kursi roda, ditemani Julian dan Ryujin yang sama-sama tersenyum lega. Wajah Farah tampak lebih segar dibanding beberapa hari sebelumnya, meski masih ada bekas kelelahan dari masa perawatan. Jasmine duduk di dekat kursi Farah, memegang tangan neneknya dengan lembut, seolah ingin memastikan Farah baik-baik saja. Julian mendorong kursi roda perlahan, berhati-hati agar Farah tidak terkejut dengan langkahnya. "Pelan-pelan, Mama. Jangan terburu-buru," ujar Julian sambil tersenyum, matanya tak lepas dari ekspresi Farah. Farah menoleh sebentar, tersenyum tipis pada Julian dan menepuk tangannya. "Kamu selalu terlalu hati-hati, Julian," ujarnya sambil tertawa lembut. Ryujin berjalan di sisi lain, menggendong tangan Jasmine dan memastikan anaknya tetap nyaman. "Jasm

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD