Julian 44

3137 Words

Farah sedang berjalan di lorong minimarket, mendorong keranjang belanja yang berisi buah, sayuran, dan beberapa bahan makanan yang ia pilih sendiri untuk Ryujin. Pikiran Farah sebagian besar tertuju pada Ryujin—bagaimana keadaan menantunya hari ini, apakah sudah cukup makan, apakah sudah beristirahat dengan baik, dan apakah bayi dalam kandungan Ryujin merasa nyaman. Semua itu membuatnya berjalan pelan, penuh perhatian. Tiba-tiba, dari lorong sebelah, suara tangisan pecah. Farah menoleh dan melihat Luna berdiri di antara rak-rak minuman, wajahnya basah oleh air mata, bibirnya bergetar, dan tubuhnya tampak gemetar. Farah menghentikan langkahnya dan menatap Luna dengan campuran rasa kaget dan hati-hati. “Luna…?” Farah memanggil pelan, mencoba menenangkan dirinya sendiri agar tidak terlihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD