Julian 65

1041 Words

Malam itu turun dengan cara yang tidak biasa di rumah utama keluarga Leonard. Udara terasa lebih berat, lebih dingin, seolah ikut membawa kegelisahan yang merambat perlahan ke setiap sudut ruangan. Lampu-lampu menyala terang, namun ketenangan yang biasanya menyelimuti rumah itu mendadak runtuh ketika Ryujin terbangun dengan tubuh menggigil dan kepala terasa berat. Julian yang sejak tadi setengah terlelap langsung tersadar ketika mendengar napas istrinya berubah. Ia menoleh cepat, tangannya refleks menyentuh dahi Ryujin. Panas. Panasnya tidak main-main. “Ryujin…” suara Julian merendah, penuh kekhawatiran. “Kamu demam.” Ryujin membuka mata perlahan. Pandangannya buram, kepalanya terasa berdenyut. Begitu sadar, perasaan bersalah langsung menghantamnya lebih keras daripada rasa sakit di t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD