Julian duduk di sofa ruang tengah dengan tubuh sedikit condong ke depan, satu tangan menopang botol s**u formula, tangan lainnya menopang kepala kecil Jasmine dengan sangat hati-hati. Gerakannya kaku, jelas masih belajar, namun sorot matanya penuh kesabaran. Ia memperhatikan setiap tegukan kecil bayinya seolah itu adalah hal paling penting di dunia. Jasmine mengisap dot botol itu perlahan. Tidak lagi menangis. Tidak lagi meronta. Kelopak matanya yang kecil berkedip pelan, lalu mulai turun perlahan. Tubuh mungil itu tampak jauh lebih tenang dibandingkan beberapa waktu lalu. Julian menghembuskan napas lega. “Nah… pelan-pelan, Jasmine,” bisiknya sangat lirih. “Papa di sini.” Beberapa menit berlalu dalam keheningan. Hanya ada suara napas kecil bayi dan detak jam dinding yang pelan. Jasmine

