Julian 130

2909 Words

Julian berdiri di lorong rumah sakit yang sudah mulai ramai oleh langkah perawat pagi. Jam di dinding menunjukkan hampir pukul enam. Langit di luhar jendela kaca besar perlahan berubah warna, dari gelap ke abu-abu pucat. Dia menatap Ryujin yang duduk sambil menggendong Jasmine. Wajah istrinya jelas lelah. Matanya sembab, rambutnya berantakan, dan bahunya terlihat tegang sejak turun dari pesawat sampai sekarang. “Geo,” panggil Julian pelan tapi tegas. Geo langsung mendekat. “Ya.” “Bawa Ryujin dan Jasmine ke apartemen Mama,” katanya. “Mereka harus tidur. Jasmine juga.” Ryujin refleks menggeleng. “Aku bisa di sini saja—” “Ryu,” potong Julian tanpa meninggikan suara. Dia jongkok sedikit agar sejajar dengan wajah istrinya. “Kamu sudah capek. Jasmine juga. Aku di sini.” Ryujin menatapnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD