Ryujin duduk di ruang tengah, menatap layar ponselnya yang mulai dipenuhi notifikasi. Matanya melebar ketika melihat unggahan Mora di media sosial. Video itu menampilkan Mora tersenyum manis, dengan caption provokatif: *“Ketika kekasihmu direbut oleh orang lain, dan mereka sudah menikah… apa yang akan kau lakukan?”* Notifikasi terus berdatangan, komentar-komentar bernada hujatan mulai muncul, banyak orang menyalahkan Ryujin dan memaki dirinya. Ryujin menundukkan kepala, tangan gemetar memegang ponsel. “Ryujin…” suara Julian terdengar tegas di belakangnya. Ia berjalan cepat menuju ruang tengah, menatap layar ponsel istrinya. “Apa yang terjadi?” Ryujin menoleh, matanya berkaca-kaca. “Julian… itu… itu Mora… dia… dia menyebarkan video di media sosial. Dia bilang kau direbut, dan… dan kami s

