Julian 180

2867 Words

Perjalanan pulang terasa lebih cepat dari yang merbeka kira. Dua hari itu lewat tanpa terasa, dan meskipun mereka menikmati setiap momennya, rasa rindu pada Jasmine ternyata jauh lebih kuat dari perkiraan. Di dalam mobil, Ryujin beberapa kali menatap jam di dashboard, lalu menatap ke luar jendela, seolah ingin waktu berjalan sedikit lebih cepat. “Kita mampir sebentar, ya,” kata Julian sambil mengurangi kecepatan mobil ketika melihat deretan toko di pinggir jalan. “Mampir ke mana?” tanya Ryujin, meski sebenarnya sudah bisa menebak. “Toko mainan,” jawab Julian tanpa ragu. Ryujin menghela napas kecil, tapi ada senyum di sudut bibirnya. “Kita baru dua hari pergi, Julian. Dia sudah punya banyak mainan di rumah.” Julian melirik Ryujin sekilas. “Justru karena kita baru dua hari pergi. Anggap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD