Siang itu matahari terasa cukup terik, meskipun udara di dalam rumah tetap sejuk berkat pendingin ruangan yang menyala stabil. Ryujin duduk di sofa ruang keluarga dengan posisi setengah bersandar, satu tangan mengusap perutnya yang kini sudah sangat besar. Setelah sesi yoga pagi bersama Farah, tubuhnya memang terasa lebih ringan— tapi sekarang… ada hal lain yang mulai muncul. Ia menghela napas panjang. Lalu menatap ke arah dapur. Lalu kembali ke arah Julian yang duduk di kuyrsi sambil membaca sesuatu. “Julian…” Nada suaranya pelan. Julian langsung menoleh. “Iya?” Ryujin tidak langsung bicara. Ia hanya menatapnya. Beberapa detik. Julian mengangkat alis. “Kamu kenapa?” Ryujin akhirnya berkata pelan. “Aku ingin sesuatu.” Julian menahan senyum kecil. “Lagi?” Ryujin menganggu

