Julian 222

731 Words

Malam itu berjalan tenang seperti biasanya. Lampu ruang keluarga menyala lembut, suasana hangat menyelimuti rumah besar itu. Jasmine sudah tertidur lebih dulu setelah bermain seharian, sementara Ryujin duduk di sofa dengan selimut tipis menutupi kakinya. Perutnya yang besar terlihat jelas. Tangannya mengusap perlahan. Namun wajahnya— mulai berubah. Ia menghela napas. Lalu menatap ke arah dapur. Kemudian ke arah Julian yang sedang duduk di kursi sambil membaca laporan. “Julian…” Suara itu pelan. Julian menoleh. “Iya?” Ryujin menatapnya. “Aku ingin minum sesuatu.” Julian mengangguk. “Apa?” Ryujin menjawab cepat. “Susu.” Julian langsung berdiri. “Baik.” Ryujin menambahkan dengan nada yang sangat jelas. “Rasa strawberry.” Julian mengangguk sekali lagi. “Aku mengerti.” R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD