Ryujin baru saja selesai menaruh Jasmine di boks mainnya ketika bel rumah berbunyi lagi. Ia melirik jam sebentar, lalu berjalan ke pintu. Begitu dibuka, wajah yang langsung ia lihat membuat bahunya sedikit mengendur. “Ma,” sapa Ryujin pelan. Farah tersenyum hangat dan langsung memeluk menantunya itu. “Kamu kelihatan capek. Aku kangen kamu.” Ryujin membalas pelukan itu, meski senyumnya tidak selepas biasanya. “Masuk, Ma.” Farah melangkah masuk, matanya langsung mencari-cari. “Jasmine di mana? Mama mau lihat cucu Mama.” “Di ruang tengah,” jawab Ryujin sambil menutup pintu. Farah berjalan lebih dulu, berlutut sedikit di dekat Jasmine yang sedang memegang mainan. “Hai, cantik,” katanya lembut. Jasmine menatapnya sebentar, lalu tersenyum kecil. Farah tertawa pelan dan mengangkat cucunya s

